menjadi jujur
Menjadi jujur. Kata yang sulit. Apalagi kalau sudah berada dalam suatu forum yang dihadiri pada pejabat dan “investor”. Selalu saja memilih diam ataupun berkata manis. Dalam beberapa pertemuan telah orang yang mencoba mengungkapkan sesuatu yang sebenarnya tanpa sebuah bungkus pemanis bibir, akan dianggap sangat aneh. Dan lebih anehya lagi, ketika tak ada banyak orang mendengar, semua berkata, “benar yang kau katakan tadi”. Lalu, apa gunanya ada hati, bila harus memendam kebohongan? Apa gunanya ada nurani, bila kata palsu yang dikumandangkan?
Sepertinya harus bercermin lagi di pagi ini…
